About Us

About Us
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Contact Info

684 West College St. Sun City, United States America, 064781.

(+55) 654 - 545 - 1235

info@corpkit.com

Penting Memahami Hukum Bisnis di Indonesia Agar Tidak Rugi

Menjadi pebisnis bukan hanya harus paham soal produk, tetapi juga harus paham hukum bisnis di Indonesia. Jangan sampai tersandung dengan masalah ini ya. 

Di usia muda sudah memiliki bisnis besar tentu bakal memudahkan Anda dari segi finansial. Anda hanya perlu fokus pengelolaan bisnis dan memastikan pekerja yang terlibat bertanggung jawab dengan tugas masing-masing. 

Secara tidak langsung juga membantu perkembangan ekonomi negara. Namun, mengembangkan bisnis membutuhkan perjuangan. Bukan saja modal yang besar, tetapi menghadapi kerugian kalau salah perhitungan. 

Sejak awal Anda harus menyiapkan berbagai hal termasuk urusan dan aturan yang berhubungan dengan bisnis yang dikenal sebagai hukum bisnis.

Hukum Bisnis Itu Apa?

Hukum bisnis adalah aturan yang dipakai untuk mengatur kegiatan bisnis supaya berjalan sesuai koridor yang telah ditetapkan. Hal ini juga dituangkan secara tertulis seperti hukum lainnya. 

Penerapan hukum sendiri bertujuan untuk melindungi, mengawasi, sekaligus mengatur segala aktivitas yang berkaitan dengan perdagangan industri, baik untuk barang dan jasa.

Dengan mengetahui hukum bisnis di Indonesia, Anda yang baru merintis bisnis diharapkan bakal terhindar dari berbagai masalah. Misalnya plagiarisme yang sering terjadi terhadap brand atau logo. 

Sebagai pebisnis pemula sangat penting untuk mempelajari kode etik yang berhubungan dengan profesi sebagai pebisnis.

Sebaiknya sebagai pemula mengetahui dasar-dasar hukum bisnis di bidang yang dikelola. Langkah ini akan membantu untuk meminimalisasi risiko, terutama saat mengurus legalitas dokumen dan status bisnis. 

Nanti seiring berjalannya waktu, Anda bisa mempelajari lebih lanjut aturan dan kebijakan lebih kompleks guna melindungi bisnis.

Nah, bagaimana perkembangan hukum bisnis di Indonesia sendiri? 

Perkembangan Hukum Bisnis di Indonesia

Mengingat kajian Hukum Bisnis berbeda dengan hukum dagang maka perkembangan sumber hukum bisnis juga beragam. Dalam perkembangannya sumber-sumber hukum bisnis terbagi beberapa kelompok:

  • Hukum Tertulis
  • Kebiasaan
  • Yurisprudensi
  • Perjanjian Internasional
  • Perjanjian yang dibuat oleh beberapa pihak

Secara umum ada dua sumber hukum bisnis di Indonesia yang digunakan, yaitu: 

  • Sumber hukum formil
  • Sumber hukum materiil

Sumber hukum formil berkaitan dengan prosedur dan cara pembentukan. Sumber ini juga membantu pembentukan hukum secara langsung. 

Jenis-jenisnya mencakup: 

  • undang-undang (termasuk UUD 1945), 
  • keputusan presiden, 
  • peraturan pemerintah, 
  • peraturan daerah. 

Selain hal di atas, traktat perjanjian antarnegara dalam beberapa bentuk, yurisprudensi (putusan hakim), dan doktrin ahli hukum termasuk dalam sumber hukum formil.

Sementara sumber hukum materiil antara lain sosial-ekonomi, agama, serta tata hukum yang datang dari negara lain.

Kedua sumber ini kemudian dipergunakan menjadi materi hukum bisnis.

Berikut contoh hukum bisnis yang diperoleh secara formil dari undang-undang yang ada di Indonesia: 

  • Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUH Perdata) yang mengatur hubungan atas kebendaan maupun antara badan hukum dan perorangan. Termasuk aturan jual beli, penyewaan, dan pinjaman.
  • Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Undang-undang ini mengatur tindakan pidana dalam bisnis, misalnya pencurian dan penipuan.
  • Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) berisi aturan tentang persoalan perdagangan yang belum diatur dalam KUHPerdata
  • Aturan lain di luar tiga perundang-undangan di atas yang mengatur mengenai perseroan terbatas dan investasi.

Anda bisa mengunduh hukum bisnis pdf untuk lebih detailnya. 

Prinsip-Prinsip Hukum Bisnis di Indonesia

Prinsip-Prinsip Hukum Bisnis di Indonesia

Selain sumber hukum bisnis, Anda juga perlu mengetahui beberapa prinsip terkait. Prinsip-prinsip ini sangat berpengaruh terhadap hukum bisnis di Indonesia.

Dalam hukum bisnis ada lima prinsip umum yang biasa digunakan. 

Prinsip Otonomi

Pelaku bisnis otonom menyadari kewajiban yang harus mereka lakukan. 

Anda tidak akan langsung mengikuti norma atau nilai yang ada kecuali kalau sudah mengetahui kebaikan dan dampak positif di dalamnya.

Prinsip Kejujuran

Kejujuran menjadi poin terpenting dalam berbisnis. Bukan hal aneh apabila sifat ini menjadi prinsip hukum bisnis. 

Dengan berprinsip kejujuran, mudah untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan maupun klien. 

Prinsip Keadilan

Prinsip ini menuntut pebisnis agar memperlakukan setiap orang sesuai aturan, objektif, dan bertanggung jawab. 

Keadilan juga dapat berarti bahwa tak ada pihak yang akan dirugikan atau diabaikan kepentingannya.

Prinsip Saling Menguntungkan

Dalam berbisnis, harus menggunakan prinsip saling menguntungkan supaya setiap pihak yang terlibat memperoleh untung dan mampu melahirkan win-win situation.

Prinsip Integritas

Untuk dapat mengaplikasikan hukum bisnis di Indonesia maka perlu memiliki prinsip integritas moral. 

Sesuai namanya, prinsip ini mampu menjaga bisnis agar dapat berjalan baik dengan reputasi yang bagus.

Contoh Penerapan Hukum Bisnis

Hukum bisnis jurnal yang tidak bisa dipelajari dalam semalam. Anda perlu waktu khusus dan tentu saja belajar dengan para ahlinya. 

Untuk memahaminya, berikut beberapa contoh-contoh penerapannya dalam beberapa sektor.

Perkreditan

Dalam dunia bisnis, perkreditan adalah hal yang lumrah, tetapi harus sesuai prosedur supaya tahap pengajuannya lancar. 

Perkreditan terbagi menjadi beberapa jenis. Itu sebabnya sangat dibutuhkan hukum bisnis untuk menentukan jumlah pinjaman hingga bunga yang dikenakan.

Sektor Ikatan Bisnis

KUH Perdata digunakan sebagai landasan ikatan bisnis. Di dalamnya mencakup tiga sumber, yaitu: 

  • sumber perikatan dari perjanjian, 
  • perikatan dari perundang-undangan, 
  • perikatan non-perjanjian.

Hukum Perjanjian

Anda baru akan merasakan fungsi dan manfaat hukum bisnis di Indonesia saat mengurus kontrak atau perjanjian. 

Kontrak atau perjanjian biasanya mengandung pasal-pasal dan sejumlah poin dengan dasar hukum yang wajib diikuti. Dengan mempelajari hukum bisnis, Anda tidak akan terjebak banyak masalah.

Lalu apa tujuan hukum bisnis ini sendiri? Mari kita lihat bahasannya agar semakin jelas. 

Tujuan dan Fungsi Hukum Bisnis

Biasanya saat mendengar kata hukum, kita barangkali akan langsung berpikir tentang hal-hal yang berkaitan dengan keadilan, kebenaran, hingga denda. 

Tahukah Anda bahwa hukum, termasuk hukum bisnis, mempunyai ruang lingkup yang lebih luas. 

Tujuan Hukum Bisnis

  • Menjamin fungsi dari keamanan mekanisme pasar agar dapat berjalan lancar dan efisien;
  • Melindungi berbagai macam usaha, mulai dari skala kecil hingga besar;
  • Membantu memperbaiki sistem keuangan dan perbankan;
  • Memberikan proteksi terhadap para pelaku di bidang ekonomi;
  • Mewujudkan bisnis yang aman serta adil untuk seluruh pelaku bisnis.

Fungsi hukum bisnis 

  • Dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat untuk para pelaku bisnis;
  • Membantu menjelaskan hak dan kewajiban di dalam praktik bisnis, sehingga pelaku bisnis dapat menyiapkan dan mengelolanya dengan baik;
  • Mewujudkan watak serta perilaku yang baik kepada pelaku bisnis agar semua dapat beraktivitas dengan  adil, wajar, dan jujur.

Mematuhi hukum adalah kewajiban setiap kita termasuk sebagai pelaku bisnis. 

Anda bisa menghubungi Legal Now untuk berkonsultasi seputar masalah hukum bisnis terkait usaha yang sedang dijalankan. 

Legal Now adalah tim profesional yang siap membantu Anda untuk membuat janji atau kontrak bisnis tanpa tersandung masalah hukum bisnis di Indonesia.

Jadi bagaimana menurut Anda tentang hukum bisnis di Indonesia setelah membaca uraian ini? Yuk, patuhi hukum agar bisnis Anda tidak bermasalah dan dapat berkembang dengan baik. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*