Takut Izin Usaha Ditolak? Kuasai Sistem Perizinan Perusahaan Berbasis Risiko Sekarang Juga!
Takut Izin Usaha Ditolak? Kuasai Sistem Perizinan Perusahaan Berbasis Risiko Sekarang Juga!
Takut Izin Usaha Ditolak? Kuasai Sistem Perizinan Berbasis Risiko Sekarang Juga!

LEGAL NOW – Perizinan perusahaan berbasis risiko menjadi bagian penting yang harus dipahami sebelum memulai atau mengembangkan usaha. 

Banyak pelaku usaha mengabaikan hal ini, lalu bingung ketika izin mereka ditolak atau prosesnya tertunda. 

Padahal, sistem OSS telah mengatur tahapan perizinan sesuai dengan tingkat risiko masing-masing bidang usaha. 

Jika tidak dipahami dengan benar, kesalahan kecil bisa berdampak besar terhadap legalitas bisnis. 

Apa Itu Perizinan Perusahaan Berbasis Risiko?

Apa Itu Perizinan Perusahaan Berbasis Risiko?

Sebelum mengurus legalitas usaha, Anda harus memahami dulu apa yang dimaksud dengan perizinan perusahaan berbasis risiko. 

Sistem ini sudah berlaku di Indonesia sejak pemerintah menerapkan OSS RBA (Online Single Submission – Risk Based Approach). 

Artinya, izin usaha tidak lagi disamaratakan, tetapi disesuaikan dengan tingkat risiko dari kegiatan usaha yang dijalankan.

Sistem OSS Berbasis Risiko

Perizinan ini diterapkan melalui sistem OSS berbasis risiko yang dikembangkan oleh pemerintah untuk menyederhanakan birokrasi. 

OSS memungkinkan pelaku usaha mengajukan izin secara daring berdasarkan klasifikasi risiko. 

Semua sektor usaha terhubung dalam satu sistem, sehingga proses menjadi lebih efisien dan transparan. 

Penilaian Berdasarkan Tingkat Risiko Usaha

Melalui sistem ini, setiap jenis usaha dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan risikonya, yakni rendah, menengah, dan tinggi. 

Penilaian dilakukan berdasarkan potensi dampak kegiatan usaha terhadap kesehatan, keselamatan, lingkungan hidup, dan pemanfaatan sumber daya. 

Tingkat risiko tersebut akan memengaruhi jenis perizinan dan kelengkapan dokumen yang perlu disiapkan, sehingga perizinan diterbitkan sesuai dengan kegiatan usahanya.

Tujuan Penerapan Sistem Risiko

Tujuan utama penerapan sistem ini adalah untuk mempermudah proses perizinan tanpa mengabaikan kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku. 

Sistem ini juga memberi kepastian hukum bagi investor dan pelaku usaha karena setiap tahapan memiliki dasar hukum yang jelas. 

Selain itu, pendekatan ini mendorong sektor usaha untuk lebih bertanggung jawab terhadap dampak kegiatannya.

Legalitas Usaha Lebih Akurat dan Tepat Sasaran

Dulu, pelaku usaha sering merasa bingung karena semua usaha seolah membutuhkan izin yang sama. 

Dengan sistem berbasis risiko, jenis izin disesuaikan dengan tingkat ancaman atau potensi kerugian yang bisa ditimbulkan oleh usaha tersebut. 

Hasilnya, perizinan jadi lebih adil, akurat, dan tepat sasaran. 

Hal ini sangat membantu pelaku usaha, terutama UMKM, agar tidak terbebani prosedur yang tidak perlu.

Dukungan terhadap Dunia Usaha dan Investasi

Perizinan perusahaan berbasis risiko tidak hanya mempermudah pelaku usaha lokal, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor. 

Dengan sistem yang transparan dan dapat diprediksi, investor merasa lebih aman menanamkan modal di Indonesia. 

Ini membuka lebih banyak peluang kerja dan pertumbuhan ekonomi. 

Tingkat Risiko dan Jenis Izin Usaha Berbasis Risiko

Tingkat Risiko dan Jenis Perizinan yang Diperlukan

Salah satu hal penting dari perizinan perusahaan berbasis risiko adalah membedakan jenis izin berdasarkan potensi dampak kegiatan usaha. 

Dengan sistem ini, izin tidak lagi berlaku seragam untuk semua pelaku usaha. 

Pemerintah menetapkan tiga tingkat risiko yang memengaruhi seberapa sederhana atau rumit proses perizinannya. 

Memahami jenis perizinan berbasis risiko ini akan sangat membantu Anda menyiapkan izin dengan tepat sejak awal.

Usaha Berisiko Rendah

Usaha dengan risiko rendah biasanya tidak memiliki dampak serius terhadap kesehatan, keselamatan, lingkungan, atau penggunaan sumber daya. 

Contohnya termasuk warung kelontong, usaha cuci motor rumahan, dan penjual makanan ringan. 

Untuk jenis usaha ini, cukup mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui OSS. 

Setelah NIB diterbitkan, pelaku usaha bisa langsung menjalankan kegiatan bisnis tanpa perlu memenuhi persyaratan tambahan lainnya. 

Kemudahan ini diberikan agar UMKM bisa tumbuh dengan cepat dan legal.

Usaha Berisiko Menengah Rendah

Usaha dalam kategori ini menimbulkan risiko yang lebih tinggi dibanding usaha kecil, tetapi dampaknya masih dapat dikendalikan. 

Misalnya, usaha salon kecantikan, percetakan kecil, atau bengkel kendaraan. 

Pada level ini, pemilik usaha harus memiliki NIB dan melengkapi Sertifikat Standar melalui pengisian mandiri di sistem OSS. 

Sertifikat ini berisi pernyataan bahwa kegiatan usaha telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di sektor masing-masing. 

Usaha Berisiko Menengah Tinggi

Pada kategori ini, usaha memiliki potensi dampak lebih besar, meskipun masih dapat dikendalikan. 

Contohnya usaha katering berskala besar, pabrik skala kecil, atau penyedia jasa konstruksi. 

Selain NIB, pelaku usaha harus mengajukan Sertifikat Standar yang diverifikasi oleh instansi tertentu. 

Sertifikat tidak bisa digunakan langsung, tetapi menunggu proses verifikasi untuk memastikan kegiatan usaha memenuhi seluruh ketentuan dan persyaratan yang berlaku.

Usaha Berisiko Tinggi

Usaha dengan tingkat risiko tinggi biasanya memiliki potensi menimbulkan dampak besar terhadap lingkungan, keselamatan umum, atau masyarakat luas. 

Contohnya rumah sakit, industri kimia, dan proyek infrastruktur besar. 

Selain NIB dan Sertifikat Standar, pelaku usaha juga memerlukan izin khusus dari kementerian atau lembaga tertentu. 

Proses ini mencakup analisis dampak lingkungan (AMDAL), izin lokasi, dan dokumen lainnya. 

Prosesnya lebih ketat karena pengawasan terhadap kegiatan usaha dilakukan sejak awal.

Dokumen yang Wajib Disiapkan Sesuai Risiko Usaha

Dokumen yang Wajib Disiapkan Sesuai Risiko Usaha

Agar proses perizinan perusahaan berbasis risiko berjalan lancar, Anda perlu mengetahui dokumen apa saja yang harus disiapkan sesuai tingkat risikonya.

Dokumen untuk Usaha Risiko Rendah

Beberapa hal yang harus disiapkan meliputi data pemilik usaha, alamat tempat usaha, deskripsi kegiatan usaha, dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). 

Semua data ini cukup diunggah ke sistem OSS. 

Setelah Nomor Induk Berusaha (NIB) diterbitkan, pelaku usaha bisa langsung mulai menjalankan bisnis tanpa harus menunggu persetujuan tambahan lembaga lain.

Dokumen untuk Usaha Risiko Menengah Rendah

Pelaku usaha yang berada pada tingkat risiko ini perlu menambahkan dokumen berupa Sertifikat Standar sebagai bagian dari persyaratan administratif. 

Dokumen ini diisi secara mandiri sebagai pernyataan kepatuhan terhadap standar yang berlaku di bidang usahanya. 

Selain itu, perlu menyiapkan profil usaha, data sarana dan prasarana, serta pernyataan lokasi usaha yang sesuai dengan tata ruang. 

Jika semua data lengkap, proses bisa berlangsung cepat tanpa perlu verifikasi lebih lanjut dari instansi terkait.

Dokumen untuk Usaha Risiko Menengah Tinggi

Untuk tingkat ini, Sertifikat Standar tidak langsung efektif. 

Setelah diisi, dokumen tersebut harus melalui proses verifikasi oleh instansi yang berwenang. 

Maka dari itu, pelaku usaha harus menyiapkan data pendukung secara lebih lengkap seperti izin lingkungan (UKL-UPL), dokumen operasional, hingga surat keterangan domisili usaha. 

Jika dokumen tidak sesuai, permohonan dapat ditolak atau dikembalikan untuk direvisi. 

Dokumen untuk Usaha Risiko Tinggi

Usaha yang termasuk dalam kelompok risiko tinggi biasanya harus menyiapkan berbagai dokumen yang lebih rinci dan kompleks. 

Contohnya adalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), izin bangunan, rencana pengelolaan limbah, hingga persetujuan dari kementerian teknis. 

Selain itu, pemilik usaha juga perlu menyusun laporan operasional dan pelatihan keselamatan kerja. 

Prosesnya bisa memakan waktu lama jika dokumen kurang lengkap. Karena itu, banyak pengusaha memilih menggunakan jasa hukum retainer untuk mendampingi prosesnya dari awal.

Menggunakan jasa layanan retainer hukum atau legal retainer bukan hanya soal menyusun dokumen. Mereka juga membantu memahami klasifikasi risiko usaha OSS, memberi arahan jenis perizinan, dan mendampingi pengurusan perizinan perusahaan berbasis risiko. 

Pengacara bisnis yang paham OSS bisa mencegah kesalahan prosedur yang bisa berujung penolakan. 

Layanan hukum perusahaan seperti ini sudah menjadi kebutuhan penting dalam dunia usaha saat ini.

Jangan biarkan proses izin usaha Anda tertunda atau ditolak karena salah langkah. 

Gunakan jasa Legal Now untuk pengurusan perizinan perusahaan berbasis risiko. 

Dengan pengalaman sebagai mitra hukum perusahaan, Legal Now siap mendampingi Anda mulai dari perencanaan hingga izin terbit, cepat dan terpercaya.

Terbaru

Pendirian Perusahaan Perorangan Cara Aman Mulai Usaha Resmi
Pendirian Perusahaan Perorangan: Cara Aman Mulai Usaha Resmi
Perjanjian Jual Beli Saham Bisa Batal Ini 7 Penyebab yang Jarang Dibahas
Perjanjian Jual Beli Saham Bisa Batal? Ini 7 Penyebab yang Jarang Dibahas
Pecah Kongsi dalam Bisnis Penyebab, Dampak, dan Cara Menghindarinya
Pecah Kongsi dalam Bisnis: Penyebab, Dampak, dan Cara Menghindarinya
Pembukaan Cabang Baru Perusahaan, Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan
Pembukaan Cabang Baru Perusahaan, Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan
Mengapa Proses Negosiasi Perusahaan Bisa Menentukan Untung atau Rugi Bisnis
Mengapa Proses Negosiasi Perusahaan Bisa Menentukan Untung atau Rugi Bisnis
Kontrak Jangka Panjang Perusahaan
Kontrak Jangka Panjang Perusahaan: 7 Hal yang Harus Dicek Sebelum Tanda Tangan