Cara Membuat NDA (Non-Disclosure Agreement), beserta Contoh dan Fungsinya
Cara Membuat NDA (Non-Disclosure Agreement), beserta Contoh dan Fungsinya
Cara Membuat NDA (Non-Disclosure Agreement), beserta Contoh dan Fungsinya

LEGAL NOW – Mencari tahu cara membuat NDA yang efektif adalah langkah awal penting dalam melindungi aset terpenting Anda. Apakah Anda memiliki ide usaha cemerlang atau informasi perusahaan yang sangat rahasia? Melindungi aset intelektual dan informasi sensitif adalah hal penting untuk sukses. Dokumen yang Anda butuhkan adalah NDA.

Pengertian NDA (Non-Disclosure Agreement) dan Kapan Dokumen Ini Dibutuhkan

Pengertian NDA (Non-Disclosure Agreement) dan Kapan Dokumen Ini Dibutuhkan

NDA adalah singkatan dari Non-Disclosure Agreement. Dalam bahasa Indonesia, NDA dikenal juga perjanjian kerahasiaan

Dokumen ini adalah kontrak legal antara dua pihak atau lebih. 

Tujuannya adalah melindungi informasi rahasia yang dibagikan dari pihak yang mengungkapkannya. 

Pihak tersebut disebut Disclosing Party. Pihak lain adalah pihak penerima informasi (Receiving Party).

Fungsi NDA adalah mencegah kebocoran atau penyalahgunaan informasi. 

Informasi ini bisa berupa data operasional, rencana pemasaran, atau daftar pelanggan. NDA sangat penting dan dibutuhkan dalam beberapa situasi.

NDA (Non-Disclosure Agreement) dibutuhkan ketika ada informasi rahasia yang harus dilindungi sebelum, selama, atau setelah sebuah kerja sama berlangsung. 

Berikut, beberapa situasi saat kerjasama membutuhkan perjanjian kerahasiaan:

Saat Membahas Kerja Sama Bisnis

Ketika dua pihak mulai berdiskusi tentang peluang kolaborasi, biasanya banyak informasi sensitif yang perlu dibuka misalnya rencana bisnis, strategi internal, atau data pelanggan. 

NDA melindungi informasi itu agar tidak bocor atau disalahgunakan.

Saat Memberikan Akses ke Dokumen Internal

Jika perusahaan harus membagikan SOP, formula produk, ide pengembangan, atau laporan keuangan kepada pihak lain, NDA memastikan data tersebut hanya digunakan untuk tujuan yang disepakati.

Saat Mempekerjakan Vendor atau Konsultan

Desainer, developer, konsultan hukum, konsultan bisnis, hingga freelancer sering mendapat akses ke data rahasia. 

NDA melindungi informasi tersebut dari kebocoran.

Saat Merekrut Karyawan Baru

Banyak perusahaan meminta karyawan menandatangani NDA untuk menjaga rahasia perusahaan seperti formula, daftar klien, rencana produk, hingga teknologi yang belum dirilis.

Dalam Proses Pitching Ide atau Produk

Startup atau kreator yang ingin mempresentasikan ide kepada investor, partner, atau calon klien sering menggunakan NDA agar konsepnya tidak dicuri.

Saat Melakukan Akuisisi, Merger, atau Due Diligence

Proses ini mengharuskan perusahaan membuka data sangat sensitif. 

NDA menjadi pengaman agar pihak yang melihat informasi tidak bisa mengungkapkannya kepada pihak lain.

Ketika Melibatkan Pihak Ketiga dalam Proyek Rahasia

Contohnya seperti pengembangan aplikasi baru, produksi prototipe, perjanjian penelitian, atau proses kreatif yang belum boleh diketahui publik.

Bagian Penting yang Wajib Ada dalam NDA Agar Tetap Sah dan Mengikat Hukum

Bagian Penting yang Wajib Ada dalam NDA Agar Tetap Sah dan Mengikat Hukum

Bagian penting dalam cara membuat NDA harus dijelaskan dengan jelas agar dokumen memiliki kekuatan hukum yang kuat. 

Setiap data berfungsi menjaga batas penggunaan informasi rahasia. 

Tanpa struktur yang tepat, NDA sulit diterapkan dan berpotensi menimbulkan sengketa. 

Oleh karena itu, setiap bagian harus ditulis rinci, mudah dipahami, dan sesuai kebutuhan kerja sama para pihak.

Identitas Para Pihak yang Terikat

Identitas pihak adalah bagian pertama yang menentukan siapa saja yang terikat dalam perjanjian. 

Informasi ini harus ditulis lengkap karena kesalahan data dapat melemahkan kekuatan hukum NDA. 

Identitas biasanya mencakup nama, peran, dan kewenangan pihak. 

Dengan identitas lengkap, batas tanggung jawab setiap pihak menjadi jelas. 

Bagian ini juga mencegah salah tafsir terkait siapa yang bertanggung jawab menjaga informasi rahasia.

Definisi Informasi Rahasia

Definisi informasi rahasia harus ditulis jelas untuk menentukan apa saja yang termasuk data terlindungi. 

Definisi kabur sering menimbulkan salah paham karena pihak bisa menilai data berbeda. 

Bagian ini juga mencegah pihak memasukkan data umum sebagai informasi rahasia. 

Definisi yang jelas mempermudah penerapan aturan NDA. Dokumen bisnis ini menjadi lebih kuat karena batas perlindungan ditentukan sejak awal.

Ruang Lingkup Penggunaan Informasi

Ruang lingkup menjelaskan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dengan informasi rahasia. Aturan ini harus rinci agar tidak ada celah penyalahgunaan. 

Ruang lingkup biasanya mencakup pembatasan penggunaan informasi hanya untuk tujuan tertentu. 

Bagian ini membantu melindungi pihak pemilik data dari tindakan tidak diinginkan. 

Tanpa ruang lingkup, pihak penerima bisa memakai informasi di luar konteks yang disepakati.

Durasi Perjanjian

Durasi menjelaskan masa berlaku kewajiban menjaga kerahasiaan. Banyak NDA tetap berlaku setelah kerja sama selesai. 

Durasi harus ditulis jelas untuk menghindari perselisihan terkait kapan kewajiban berakhir. 

Penentuan durasi juga mempertimbangkan umur manfaat informasi. 

Semakin sensitif informasinya, semakin panjang durasi diperlukan. 

Bagian ini berfungsi melindungi data selama jangka waktu relevan.

Konsekuensi Jika Terjadi Pelanggaran

Konsekuensi pelanggaran menjelaskan sanksi atau tindakan hukum yang dapat dilakukan jika ada pihak melanggar. 

Bagian ini memberi efek jera dan mencegah penyalahgunaan informasi. 

Konsekuensi harus ditulis proporsional dan sesuai hukum. 

Penjelasan harus mudah dipahami agar kedua pihak tahu dampaknya. Tanpa bagian ini, NDA kehilangan kekuatannya.

Aturan Penyelesaian Sengketa

Penyelesaian sengketa menjelaskan langkah hukum yang harus ditempuh jika terjadi perselisihan. 

Dokumen biasanya menentukan forum penyelesaian, pilihan hukum, atau mekanisme mediasi. Bagian ini membantu menghindari konflik berkepanjangan. 

Aturan penyelesaian sengketa juga mempermudah proses hukum jika pelanggaran terjadi. Dengan aturan yang jelas, kedua pihak tahu jalur yang harus diikuti.

Cara Membuat NDA yang Tepat untuk Perlindungan Informasi Rahasia

Cara Membuat NDA yang Tepat untuk Perlindungan Informasi Rahasia

Penyusunan NDA harus dilakukan dengan langkah yang teratur agar dokumen benar-benar mampu melindungi informasi sensitif. 

Cara membuat NDA yang asal-asalan akan menimbulkan celah hukum yang berbahaya untuk bisnis Anda.

Karena itu, cara membuat NDA perlu mengikuti struktur yang tepat. Setiap langkah memiliki fungsi berbeda, dan semuanya harus ditulis jelas, tidak ambigu, serta disesuaikan tujuan kerja sama.

Menentukan Identitas Pihak yang Terlibat

Langkah pertama dalam cara membuat NDA adalah menuliskan identitas masing-masing pihak secara lengkap. 

Identitas harus jelas karena kesalahan data bisa membuat NDA sulit ditegakkan. 

Bagian ini biasanya mencakup nama pihak, jabatan, serta kewenangan dalam perjanjian. 

Dengan identitas lengkap, ruang tanggung jawab setiap pihak terlihat jelas. 

Dokumen juga menjadi lebih kuat karena tidak ada keraguan mengenai siapa yang wajib menjaga kerahasiaan.

Menetapkan Definisi Informasi Rahasia Secara Detail

Setelah identitas pihak ditentukan, langkah berikut dalam cara membuat NDA adalah menetapkan definisi informasi rahasia. 

Definisi harus rinci agar tidak muncul perbedaan penafsiran. 

Informasi rahasia idealnya meliputi data teknis, dokumen internal, rencana bisnis, atau hal lain yang tidak boleh diumumkan. 

Definisi yang jelas membantu memastikan kedua pihak memahami batas perlindungan. Penjelasan yang kabur hanya akan menimbulkan sengketa.

Membuat Aturan Penggunaan Informasi

Setiap NDA perlu menjelaskan batas penggunaan informasi rahasia. Penerima informasi hanya boleh memakai data untuk tujuan yang disepakati. 

Aturan ini penting karena tanpa batas yang jelas, pihak dapat menggunakan informasi di luar konteks. 

Penulisan aturan penggunaan harus rinci namun mudah dipahami. Bagian ini menjadi dasar yang mencegah penyalahgunaan data oleh pihak mana pun.

Menentukan Durasi Berlaku NDA

Durasi menentukan berapa lama kewajiban menjaga kerahasiaan berlaku. 

Banyak NDA memiliki masa berlaku yang tetap berjalan meskipun kerja sama sudah selesai. 

Durasi harus ditulis jelas agar tidak terjadi salah paham mengenai kapan kewajiban berakhir. 

Penetapan durasi biasanya mempertimbangkan tingkat sensitivitas informasi. 

Informasi yang dampaknya panjang sering membutuhkan durasi perlindungan lebih lama.

Menuliskan Konsekuensi Jika Terjadi Pelanggaran

Bagian ini menjelaskan tindakan apa yang dapat diambil jika pihak melanggar ketentuan NDA. Konsekuensi harus ditulis jelas, proporsional, dan sesuai hukum. 

Penjelasan dapat berupa ganti rugi, tindakan hukum, atau penghentian kerja sama. 

Bagian ini penting untuk memberi efek jera dan menjaga keseriusan penerima informasi. Tanpa sanksi, NDA tidak memiliki kekuatan melindungi data sensitif.

Menetapkan Mekanisme Penyelesaian Sengketa

NDA harus mencantumkan aturan penyelesaian sengketa untuk memberikan kejelasan jika terjadi konflik. 

Bagian ini dapat mencantumkan pilihan forum, hukum yang digunakan, atau mekanisme mediasi. 

Aturan sengketa membantu menghindari proses panjang yang tidak diperlukan. Bagian ini juga memastikan kedua pihak mengetahui langkah hukum yang harus ditempuh jika pelanggaran terjadi.

Cara membuat NDA perlu dipahami untuk menjaga informasi penting. 

Dokumen ini membantu bisnis melindungi data sensitif secara aman dan jelas.

Jika Anda ingin membuat NDA yang aman, jelas, dan sesuai aturan, gunakan layanan Legal Now. 

Tim profesional Legal Now membantu cara membuat NDA tanpa ribet. 

Anda tidak perlu memahami istilah hukum rumit. Legal Now memastikan setiap NDA tersusun rapi, lengkap, dan melindungi kepentingan bisnis kamu dengan maksimal.

Terbaru

Retainer untuk Perusahaan Keluarga Menangani Dinamika Internal dan Suksesi Bisnis
Retainer untuk Perusahaan Keluarga: Menangani Dinamika Internal dan Suksesi Bisnis
Retainer Hukum untuk UMKM Solusi Terjangkau untuk Kebutuhan Masa Depan
Retainer Hukum untuk UMKM: Solusi Terjangkau untuk Kebutuhan Masa Depan?
Skema Biaya Retainer Hukum Antara Retainer Fee, Hourly Basis, dan Success Fee, Mana yang Ideal
Skema Biaya Retainer Hukum: Antara Retainer Fee, Hourly Basis, dan Success Fee, Mana yang Ideal?
Hukum Ketenagakerjaan di Indonesia Mengelola PHK, Outsourcing, dan Hubungan Industrial via Retainer
Hukum Ketenagakerjaan di Indonesia: Mengelola PHK, Outsourcing, dan Hubungan Industrial via Retainer
Retainer Hukum vs Konsultasi Ad Hoc Mana yang Lebih Efisien untuk Perusahaan Startup
Retainer Hukum vs Konsultasi Ad Hoc: Mana yang Lebih Efisien untuk Perusahaan Startup?
Mengapa Founder Agreement Wajib Disiapkan Sejak Awal Mendirikan Usaha
Mengapa Founder Agreement Wajib Disiapkan Sejak Awal Mendirikan Usaha? Ini 9 Alasannya